Invoice Bukan Pendapatan: Memahami PSAK 115 dan Dampaknya pada Setting ERP

Kapan pendapatan boleh diakui menurut PSAK 115, dan apa artinya untuk setting ERP.
24 September 2026 oleh
Invoice Bukan Pendapatan: Memahami PSAK 115 dan Dampaknya pada Setting ERP
Panca Putra Pakpahan

Menjelang tutup buku, tim finance merasa aman. Semua faktur penjualan sudah diposting di ERP, dan laporan laba rugi terbentuk otomatis. Lalu auditor datang dan meminta koreksi pendapatan: sebagian penjualan ternyata belum boleh diakui, sebagian lagi seharusnya dicatat dengan nilai berbeda.

Situasi seperti ini sering terjadi, dan penyebabnya jarang berupa salah input. Akar masalahnya ada pada cara sistem diatur. ERP mencatat pendapatan saat faktur diposting, sedangkan standar akuntansi, yaitu PSAK 115, mengakui pendapatan saat kewajiban kepada pelanggan benar-benar terpenuhi. Artikel ini membahas perbedaan tersebut dan apa yang perlu disiapkan agar ERP menghasilkan angka yang benar sejak awal.

Apa itu PSAK 115?

PSAK 115 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan adalah standar yang mengatur kapan dan berapa pendapatan diakui. Standar ini sebelumnya bernomor PSAK 72, berlaku sejak 1 Januari 2020, dan mendapat nomor baru PSAK 115 sejak 2024. Isinya mengadopsi IFRS 15, standar internasional yang dipakai di banyak negara.

PSAK 115 menggantikan beberapa standar lama sekaligus, antara lain PSAK 23 (Pendapatan), PSAK 34 (Kontrak Konstruksi), dan PSAK 44 (Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat). Prinsip utamanya: pendapatan diakui saat pengendalian atas barang atau jasa berpindah ke pelanggan, sebesar imbalan yang diperkirakan akan diterima.

Untuk sampai ke sana, PSAK 115 memakai lima langkah:

  1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
  2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan, yaitu setiap barang atau jasa yang dijanjikan secara terpisah
  3. Tentukan harga transaksi, termasuk memperhitungkan rabat, diskon, dan retur.
  4. Alokasikan harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan.
  5. Akui pendapatan saat, atau selama, kewajiban pelaksanaan dipenuhi.

Mengapa ERP sering tidak sejalan dengan PSAK 115

Pada pengaturan standar, kebanyakan ERP membentuk jurnal pendapatan otomatis saat faktur divalidasi. Untuk penjualan sederhana, misalnya barang diserahkan dan ditagih di hari yang sama, cara ini sudah tepat. Masalah muncul ketika waktu penagihan berbeda dengan waktu penyerahan, atau ketika satu faktur berisi beberapa janji kepada pelanggan.

Contohnya, sebuah perusahaan menjual mesin seharga Rp120 juta, sudah termasuk servis berkala selama 2 tahun. Jika dijual terpisah, mesin berharga Rp110 juta dan servis Rp22 juta, total Rp132 juta. Artinya pelanggan menikmati diskon paket sebesar Rp12 juta.

PSAK 115 meminta harga Rp120 juta dialokasikan secara proporsional sesuai harga jual masing-masing komponen. Hasilnya, mesin mendapat Rp100 juta dan servis Rp20 juta, sehingga diskon ikut tersebar ke keduanya. Rp100 juta diakui sebagai pendapatan saat mesin diserahkan. Rp20 juta dicatat dulu sebagai liabilitas kontrak, lalu diakui bertahap setiap bulan selama 24 bulan.

Jika ERP langsung mencatat Rp120 juta sebagai pendapatan saat faktur diposting, pendapatan periode berjalan menjadi terlalu besar, dan koreksinya baru ketahuan saat audit.

Contoh di berbagai industri

Dampak PSAK 115 berbeda-beda tergantung model bisnis. Berikut situasi yang sering kami temui di lapangan.

Distribusi Grosir

Rabat volume untuk distributor perlu diperkirakan sejak penjualan terjadi dan dicatat sebagai pengurang pendapatan, bukan sebagai beban saat rabat dibayar. Hak retur juga perlu diestimasi. Barang titip jual (konsinyasi) belum menjadi pendapatan sampai terjual ke pembeli akhir. Pembayaran kepada pelanggan, seperti listing fee ke toko modern, umumnya juga mengurangi pendapatan.

Manufaktur

Pada skema bill-and-hold, faktur sudah terbit tetapi barang masih disimpan di gudang penjual atas permintaan pelanggan. Pendapatan hanya boleh diakui jika syarat yang ketat terpenuhi, antara lain barang sudah dipisahkan sebagai milik pelanggan dan siap diserahkan. Garansi yang melebihi jaminan standar, misalnya perpanjangan garansi berbayar, diperlakukan sebagai kewajiban pelaksanaan tersendiri. Untuk produk pesanan khusus yang tidak bisa dijual ke pihak lain, dengan hak tagih atas pekerjaan yang sudah dilakukan, pendapatan bahkan dapat diakui sepanjang proses produksi.

Konstruksi

Proyek konstruksi umumnya mengakui pendapatan sepanjang waktu berdasarkan kemajuan pekerjaan. Tantangannya ada pada selisih antara progres fisik dan termin tagihan. Pekerjaan yang sudah dikerjakan tetapi belum bisa ditagih dicatat sebagai aset kontrak. Tagihan yang mendahului progres dicatat sebagai liabilitas kontrak.

Ritel

Poin loyalitas dan voucher yang diberikan saat belanja memberi pelanggan hak atas barang di masa depan. Sebagian nilai penjualan harus dialokasikan ke poin tersebut dan ditangguhkan sampai poin ditukar atau kedaluwarsa.

Pendidikan

Uang sekolah atau biaya semester yang dibayar di muka belum menjadi pendapatan saat diterima. Nilainya dicatat sebagai liabilitas kontrak dan diakui bertahap selama periode pembelajaran berlangsung.

Perhotelan

Deposit pemesanan kamar atau acara dicatat sebagai liabilitas kontrak dan baru menjadi pendapatan saat layanan diberikan.

Yang perlu disiapkan di sistem ERP

Kepatuhan terhadap PSAK 115 tidak cukup diselesaikan dengan jurnal penyesuaian di akhir tahun. Cara paling andal adalah merancang sistem agar mencatat dengan benar sejak transaksi terjadi. Berikut hal-hal yang kami periksa dalam setiap implementasi:

  1. Bagan akun. Sediakan akun aset kontrak, liabilitas kontrak, liabilitas refund, dan, jika relevan, aset biaya kontrak untuk komisi penjualan yang dikapitalisasi.
  2. Data master produk dan paket. Simpan harga jual berdiri sendiri untuk setiap produk dan jasa, beserta struktur paketnya, agar alokasi harga dihitung secara konsisten.
  3. Kebijakan penagihan dan cut-off. Untuk penjualan barang, penagihan berdasarkan kuantitas yang sudah dikirim membantu menyelaraskan faktur dengan penyerahan. Di Odoo, hal ini diatur lewat kebijakan penagihan (invoicing policy) pada produk. Syarat penyerahan (Incoterms) dan laporan barang terkirim yang belum ditagih juga perlu tersedia untuk pengecekan akhir periode.
  4. Program rabat dan diskon. Estimasi rabat dicadangkan saat penjualan terjadi, lalu disesuaikan ketika realisasinya diketahui.
  5. Jadwal penangguhan pendapatan. Untuk jasa, kontrak servis, dan langganan, siapkan mekanisme agar pendapatan diakui otomatis per periode, bukan sekaligus saat ditagih.
  6. Rekonsiliasi pajak. Saat terutang PPN mengikuti ketentuan perpajakan dan bisa berbeda dari saat pengakuan pendapatan. Siapkan rekonsiliasi PPN keluaran dengan pendapatan agar selisihnya dapat dijelaskan.

Di Odoo, sebagian besar kebutuhan ini dapat dipenuhi melalui konfigurasi yang tepat. Sebagian lainnya memerlukan modul tambahan atau penyesuaian, tergantung kompleksitas kontrak perusahaan.

Bagaimana dengan perusahaan yang tidak terdaftar di bursa?

PSAK 115 wajib diterapkan oleh entitas yang menyusun laporan keuangan dengan SAK, seperti perusahaan terbuka dan entitas lain yang memiliki akuntabilitas publik. Entitas tanpa akuntabilitas publik dapat memakai SAK Entitas Privat (SAK EP), yang berlaku sejak 1 Januari 2025. SAK EP mengadopsi IFRS for SMEs edisi 2015, sehingga bab pendapatannya belum memakai model lima langkah.

Namun arahnya sudah jelas. IFRS for SMEs edisi ketiga, yang terbit pada 2025, sudah memuat versi sederhana dari model lima langkah dan berlaku secara internasional mulai 2027. Banyak perusahaan privat juga tetap memakai SAK karena menjadi bagian dari grup perusahaan terbuka, atau karena diminta oleh kreditur dan investor. Karena itu, merancang ERP yang siap PSAK 115 sejak awal tetap masuk akal bagi perusahaan privat, apalagi laporan manajemennya pun ikut menjadi lebih akurat.

Penutup

ERP yang berjalan lancar belum tentu menghasilkan laporan yang benar secara akuntansi. Selisihnya sering tersembunyi di pengaturan yang tampak sepele: kapan faktur dibuat, bagaimana paket disusun, dan ke akun mana rabat dicatat.

Di Solusi Aglis Indonesia, kami memandang implementasi ERP sebagai proyek transformasi bisnis, bukan sekadar proyek IT. Tim kami menggabungkan pemahaman proses bisnis, keahlian akuntansi, dan teknologi Odoo. Dengan begitu, kepatuhan terhadap standar seperti PSAK 115 dirancang sejak tahap desain sistem, bukan diperbaiki setelah auditor datang.

Ingin mengetahui apakah pengaturan ERP perusahaan Anda sudah sejalan dengan PSAK 115? Hubungi untuk konsultasi atau demo Odoo. Hubungi kami untuk konsultasi atau demo Odoo.​

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah PSAK 115 sama dengan IFRS 15?

Ya. PSAK 115 adalah adopsi IFRS 15, sehingga prinsip dan lima langkahnya sama.

Apa bedanya PSAK 115 dengan PSAK 72?

Isinya sama. PSAK 115 adalah nomor baru untuk PSAK 72 sejak 2024.

Apakah uang muka dari pelanggan boleh langsung diakui sebagai pendapatan?

Tidak. Uang muka dicatat sebagai liabilitas kontrak dan baru menjadi pendapatan saat barang atau jasa diserahkan.

Apakah Odoo bisa mendukung PSAK 115?

Bisa, dengan konfigurasi yang tepat pada bagan akun, kebijakan penagihan, dan mekanisme penangguhan pendapatan. Untuk kontrak yang kompleks, mungkin diperlukan modul tambahan atau penyesuaian.

Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti nasihat akuntansi atau perpajakan untuk kondisi spesifik perusahaan Anda.



Join the discussion on  LinkedIn

Invoice Bukan Pendapatan: Memahami PSAK 115 dan Dampaknya pada Setting ERP
Panca Putra Pakpahan 24 September 2026
Share post ini
Blog-blog kami

Baca Berikutnya
Sunk Cost